“Kurikulum Merdeka Dorong Kreativitas Siswa di Berbagai Daerah”

Jakarta, 1 Desember 2025 — Implementasi Kurikulum Merdeka di berbagai sekolah di Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah pendidik melaporkan bahwa kurikulum yang lebih fleksibel ini mampu meningkatkan kreativitas dan partisipasi siswa dalam proses belajar.

Kepala Sekolah SMP Negeri 12 Jakarta, Ratna Widyaningsih, mengatakan bahwa penerapan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) menjadi salah satu faktor yang paling dirasakan manfaatnya. “Anak-anak menjadi lebih berani berpendapat, bekerja dalam kelompok, dan menghasilkan karya yang sebelumnya tidak kami duga,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, beberapa guru juga mengungkapkan bahwa metode pembelajaran berbasis projek membuat siswa lebih aktif dalam mencari solusi atas permasalahan nyata di lingkungan mereka. Salah satu projek yang dilakukan adalah pengelolaan sampah sekolah menggunakan sistem bank sampah sederhana. Projek ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga membangun kemampuan kerja sama dan kepemimpinan siswa.

Meski demikian, penerapan Kurikulum Merdeka masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa sekolah di daerah terpencil mengaku kekurangan fasilitas, terutama perangkat digital yang dibutuhkan untuk pembelajaran interaktif. Guru juga memerlukan pelatihan berkelanjutan agar dapat menerapkan pendekatan baru secara maksimal.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus mendorong pelatihan bagi guru serta menyediakan dukungan bagi sekolah yang masih membutuhkan adaptasi. Program pendampingan implementasi kurikulum ditargetkan menjangkau lebih banyak daerah dalam dua tahun ke depan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, Kurikulum Merdeka diharapkan dapat menciptakan generasi pelajar Indonesia yang lebih mandiri, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat global.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *